header

Newsnews

menuju 31 maret (1)

19 Feb 2009 10:30pm
Band Suicide


Mulai saat ini hingga menjelang HUT GIGI ke-15 kami akan menurunkan serangkaian tulisan seputar persiapan dan perkembangan pembuatan buku biografi dan album baru GIGI, serta konser bersama pada 31 Maret, termasuk kejadian-kejadian diseputarnya. Tulisan ini –anggap saja—sebagai laporan pra-event yang akan menghangatkan acara kita kelak. Salam. son andries/gigi manajemen


Kita awali saja cerita kita ini dengan awal munculnya ide menulis buku biografi, oke?

Gagasan untuk menulis buku biografi ini muncul pertama kali sekitar 5 - 6 tahun lalu. Yang melontarkannya siapa lagi kalau bukan Dhani Pette, manajer GIGI dulu, yang sekarang memimpin POS Entertainment, induk manajemen GIGI dan sejumlah artis lain. Saat itu umur GIGI baru 9 tahun. Mungkin maksud Dhani buku itu akan diluncurkan pas HUT GIGI ke-10.

Reaksi pertama dan utama saat itu adalah penolakan! Armand dan Budjana bilang, “Apa kami sudah pantas menulis buku biografi di usia semuda ini?” Pertanyaan ini begitu telak, kami tidak menyangka jawaban mereka seperti itu, dan saat itu kami diam seribu bahasa, tidak menjawab. Atau lebih tepatnya tidak mau berbantahan dengan mereka meskipun sebenarnya kami punya jawabannya.

Tahun berlalu, dan GIGI berkegiatan seperti biasa. Hingga suatu saat ide itu terlontar lagi. Kali ini kami/manajemen tidak menunggu jawaban mereka, kami langsung menerangkan panjang lebar alasan penulisan buku ini. Kami bilang begini, sebagai band, GIGI memang belum terlalu tua, tapi perjalanan karier GIGI sangat kaya dan beragam. GIGI sudah merasakan asam-garam, rasa frustasi, sakit hati, putus asa, bahkan keinginan untuk “bunuh diri”, band suicide (keren kan istilah ini?)

Untuk hal yang terakhir itu, hanya beberapa orang yang tahu, itupun hanya orang dalam. Keinginan untuk mengakhiri hidup GIGI itu terjadi saat personil satu-persatu keluar dengan alasannya masing-masing, hingga tinggal Armand dan Budjana. Karena sudah putus asa, Armand bilang pada Budjana, “Budj sebaiknya GIGI dibubarin aja. Kalau kita masih mau terus kita buat duo aja.”

Waktu itu Budjana meminta waktu untuk berpikir. Setelah 1 -2 minggu Budajana bilang ke Armand kalau sebaiknya GIGI tetap dipertahankan saja, dengan merekrut pemain baru. Bagaimana pun sayang kalau sampai bubar, apalagi nama GIGI sudah mulai dikenal. Armand pun setuju dan GIGI lolos dari maut.

Kisah seperti ini kami kira cukup menginspirasi. Band-band lain, terutama band-band baru yang kini menjamur. Kami berharap mereka bisa menarik pelajaran berharga dari kisah tersebut. Bahwa ada harga yang harus dibayar bagi sebuah band untuk bisa tetap bertahan, yaitu kesabaran, kauletan, toleransi, dan tekad yang kuat. Banyak orang mengira ketenaran dan uang adalah segalanya, mereka salah, hal paling berharga yang dimiki sebuah band hanya kebersamaan.

Ada juga cerita yang mengisahkan bangaimana upaya GIGI agar bisa rekaman di Amerika. Karena duit kurang, GIGI bermusyawarah, dan di ujung musyawarah itu Dhani mengambil keputusan untuk menggadaikan rumah Budjana. “Kami berpikir ini (rekaman di Amerika) kesempatan bagus yang tidak boleh disiasiakan. Skenarionya rumah itu akan kami tebus kelak dengan cara memotong sebagian honor GIGI setiap kali GIGI tampil. Hasilnya, sangat-sangat.. menyenangkan, rumah itu tetap jadi milik Budjana dan GIGI bisa rekaman di Amerika,” kata Dhani.

Belum lagi kisah kejatuhan Thomas di dunia gelap narkoba, dan keberhasilannya kembali lagi, hingga menjadikannya sebagai pahlawan bagi GIGI.

Memang tidak semuanya kisah yang suram, banyak juga –malah lebih banyak lagi— cerita gembira yang mereka jalani bersama. Inilah yang ingin kami bagi buat siapa saja, termasuk kalian para GIGIkita, tentu saja. (bersambung)

Untuk mendapatkan buku Biografi GIGI dan hadir di HUT ke-15, Di Jakarta Theatre Hall pada 31 Maret 2008 silahkan kontak Oniel di 0818 0950 6161. Persediaan terbatas.


« kehalaman sebelumnya | kembali keatas

Komentar


2009-09-28 20:30:32 - tiean
suksezz ad gi2 y
2009-10-04 12:20:18 - djoko purnomo
GIGI kita kpn album baru keluar

Ibukota Indonesia adalah: