News
hitam-putih lagu ya ya ya
20 Apr 2010 2:42pm[Ini cerita lama, lebih dari dua bulan lalu, tapi kami baru menurunkannya sekarang menunggu proses negosiasi dengan MVP Picture dan Mesran beres dulu sebelum tulisan ini bisa kalian nikmati. Syukurlah saat ini kesepakatan itu sudah tercapai, baik dengan Multi Vision, menyangkut penggunaan lagu tanpa izin, maupun dengan Pertamina yang sempat khawatir dengan ekses negatif penggunaan lagu tanpa izin itu. Jadi kedua kasus ini sebenarnya berhubungan. Sebelum membaca kisah ini kami meningingatkan sekali lagi bahwa setting kejadian ini adalah awal Februari lalu, jadi kita mesti meletakan konteks pada waktu yang tepat. Anggap saja ini cerita lama untuk memperkaya pengetahuan kita tentang Gigi. Selamat menikmati.]
MINGGU ini kami menerima dua kabar, baik dan buruk, menyangkut lagu Ya Ya Ya, single pertama album self title Gigi.
Kabar baiknya, lagu ciptaan Budjana yang liriknya ditulis Armand itu dipilih Pertamina untuk iklan radio oli Mesran. Lagu yang lirik aslinya bercerita tentang ketidaksabaran seorang pemuda menunggu keputusan seorang wanita untuk menjadi kekasihnya itu, diubah menjadi cerita tentang keunggulan oli Mesran merawat mesin (tentu saja). Kami terus terang jadi merasa lucu dan aneh mendengar lagu Ya Ya Ya versi Mesran ini.
Bulan depan, iklan Mesran ini akan disiarkan ke radio-radio di seluruh Indonesia. Karena cuma iklan radio, tidak ada penggambilan gambar, sebagimana biasa dilakukan Gigi untuk Enervon-C, Simba, atau Djarum Coklat umpamanya.
Proses pemilihan untuk Mesran ini terjadi di Kantor POS Entertainment Selasa, 26 Januari, pada pertemuan yang dihadiri Gigi, biro iklannya Mesran, dan orang Pertamina. Pada mereka kami menyodorkan sejumlah lagu lama, dan contoh lagu Gigi yang telah dipergunkan sebagai jingle iklan.
Semula kami berpikir akan membuat lagu baru, yang kelak akan dimasukan juga dalam album Gigi yang akan datang. Tapi Pertamina rupanya telah merasa cocok dengan lagu Ya Ya Ya. Menurut mereka, nuansanya yang riang pas dengan pesan yang mau disampaikan. Selain itu lagu ini sudah sangat dikenal, sehingga begitu mendengar lagu ini, orang akan mengasosiasikannya pada oli Mesran.
Kami juga sangat senang dengan pilihan ini karena membuat pekerjaan kami jadi lebih ringan, tidak perlu membuat lagu baru. Energi Gigi bisa dicurahkan untuk pekerjaan lain.
Dibajak
Sekarang kabar buruknya. Lagu Ya Ya Ya dibajak dan digunakan sebagai lagu tema film horor berjudul “Toilet 105.” Film ini beredar di bioskop sejak tanggal 14 Januari lalu.
Semula kami tidak tahu kalau lagu Ya Ya Ya ada di film produksi MVP Picture ini, sampai Thomas bilang ke manajemen. Thomas sendiri mengaku belum melihat filmnya, dia tahu dari Bounty, putra pertamanya yang meneruskan sms temannya.
Untuk memastikan kabar ini kami nonton film yang dibintangi Coralie Gerald dan Ricky Harun ini. Dan kami benar-benar terkejut, karena lagu Ya Ya Ya dipakai nyaris utuh, ditempal pada bagian depan film. Walaupun bukan jenis film yang kami gemari, kami terus bertahan menyimak hingga film berakhir, sampai dengan credit title. Dan kami tidak menemukan satu kata Gigi pun di situ.
Kami langsung berkonsultasi dengan Mada R Mardanus, penasihat hukum dan pengacara POS Entertainment tentang langkah hukum yang mungkin diambil, setelah sebelumnya memastikan tidak satu orangpun di antara kami yang mengeluarkan izin penggunaan lagu tersebut, baik secara lisan maupun tertulis.
Menurut Mada, penggunaan lagu tanpa izin ini melanggar hukum, karena itu pada tanggal 27 Januari kami mengirimkan surat somasi ke MVP Picture. Sambil menunggu jawaban MVP kami mencari DVD film ini untuk kelak digunakan sebagai barang bukti. Kami mencarinya di kios DVD bajakan, habis.. dimana lagi? Tapi inipun tidak kami dapatkan?
Kerahkan Gigikita
Untuk memastikan kami tidak salah lihat dan dengar, kami meminta bantuan Gigikita nonton film ini. Dengan pesan agar tiket tidak dibuang, dan kami akan menganti semua pengeluaran mereka, tidak hanya tiket tapi juga pop corn dan soft drink nya.
Untuk wilayah Jakarta kami minta tolong Apank dan Seno agar mengajak beberapa teman nonton bareng. Di Bandung Oniel yang jadi penggeraknya, Jogja ada Deni, dan Surabaya oleh Satria.
Kami dapat laporan dari Jakarta dan Bandung bahwa benar lagu Ya Ya Ya dipakai sebagai lagu tema Toilet 105, nyaris utuh. Sementara di Jogja dan Surabaya, film ini tidak lagi diputar. Deni bahkan mencari bioskop yang memutar Toilet 105 sampai ke Solo. Tapi itupun tidak mereka temukan.
Kami merasa apa yang dilakukan Gigikita sudah cukup. Kami akan menggunakan mereka sebagai saksi jika nanti memang diperlukan.
Jumpa Pers
Setelah somasi dilayangkan, bagian legal MVP menghubungi Mada untuk membicarakan masalah ini, tapi kami menganggap pengakuan bahwa mereka telah khilaf dan permintaan maaf saja tidak cukup, sebab bagaimanapun film ini adalah produk kamersial.
“Kalau soal besarnya nilai ganti rugi kami tidak terlalu memusingkannya, tapi kami merasa benar-benar dilecehkan,” kata Armand dalam jumpa pers di kantor POS Entertainment, Selasa 2 Februari lalu. Jumpa pers ini kami adakan karena kami menganggap upaya MVP untuk menyelesaikan masalah ini kurang serius.
Mereka bilang sudah minta izin ke Sony Music, padahal Gigi sudah sejak 2 tahun lalu kaluar dari Sony dan berlabel POS Entertainment dan titip edar ke Universal Musik Indonesia. Alamat kami juga jelas. Bagi kami ini cuma alasan yang dicari-cari saja.
Selama ini karya cipta musisi memang kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Karya bajakan ada di mana-mana tanpa ada tindakan apa-apa. “Kalau soal lagu bajakan sudahlah.. kami tidak tahu lagi mesti bagaimana. Saya pernah ke DPR untuk mengadukan masalah ini tapi tidak ada penyelesaiannya. Pembajak itu seperti hantu yang tidak tahu di mana keberadaannya,” kata Armand.
“Tapi kalau kasus ini Toilet 105 kan jelas, yang melakukan perusahaan besar, termasuk perintis perfilman nasional, jauh lebih besar dari Gigi, seharusnya mereka tahu hukum,” kata Budjana menambahkan.
Sementara Dhani Pette mewakili manajemen Gigi kepada wartawan mengatakan, bahwa penggunaan lagu Ya Ya Ya bisa mengancam hilangnya potensi pendapatan Gigi. Seperti kami ceritakan di atas, lagu Ya Ya Ya sedang dalam proses negosiasi untuk digunakan untuk iklan Oli Mesran.
“Jadi kalau soal ganti rugi kami belum bisa mengungkapkannya. Ini bukan sekadar pemakaian lagu tanpa izin, tapi juga tentang kemungkinan hilangnya potensi pendapatsan Gigi,” katanya. (son/POSe)
« kehalaman sebelumnya | kembali keatas
Komentar

