header

Newsnews

“cinta terakhir” aji-ivan

17 Dec 2010 1:15pm

JIKA kita membuka peta Jawa Barat, mencari Kecamatan Sodonghilir, Tasikmalaya, kita mungkin tidak akan menemukanya. Apalagi jika peta yang kita gunakan peta sederhana yang biasa pakai dalam pelajaran ilmu bumi di sekolah menengah. Begitulah yang kami alami begitu menerima undangan pernikahan Aji-Ivan yang digelar di kampung halaman mereka, dan kami mencoba mencari lokasinya.


Luki yang biasa berkutat dengan Google Earth mencoba melacak informasi dari peta satelit global itu, kami mengetik kata Sodong dan langsung diarahkan pada kata Sodonghilir, Tasikmalaya, dan.. yesss, dapat! Begitu di-klik, bola dunia berputar menuju salah satu dari 12 kota kecamatan di Tasikmalaya itu. Sebenarnya sudah lama Aji (dikampung biasa dipanggil Haji, di undangan juga ditulis Haji) memberitahu kami jalan tercepat menuju Sodong, tapi kami masih belum jelas benar dan ingin memastikanya.


Menurut Google Erath, jarak Jakarta-Sodong 259 km, dengan perkiraan waktu tempuh dengan mobil 3 jam 47 menit. Artinya kecepatan rata-rata yang bisa ditempuh adalah 74,6 km/jam. Ini yang tidak mungkin, sebab berdasarkan pengalaman kami yang biasa keliling Jawa Barat setiap tahun menjalankan acara Ngabuburit, perjalanan dari Jakarta ke Tasikmalaya menghabiskan waktu 5 jam. Itu pun dengan catatan tidak terjadi kemacetan di pintu tol dan Nagrek.


Sekarang kami punya sedikit gambaran tentang Sodonghilir. Dalam situs Pemkab Tasikmalaya, disebutkan bahwa Kecamatan Sodonghilir luasnya 10.671 hektar, berpenduduk 57.706 jiwa dengan kepadatan 0,5 jiwa/km persegi.


Pada pukul 08.00 pagi tanggal 14 Desember kami, awak POS Entertainment tanpa Luki dan Anies, bersama Gigi minus Hendy yang sedang ada acara di Bandung- berangkat dengan bus. Budjana mengajak Borra istrinya, begitu juga Thomas yang mengajak Intan, sementara Armand berangkat sendiri tanpa Dewi. Total anggota rombongan sekitar 20 orang.


Sebenarnya Budjana tidak bisa ikut karena ada gladi resik acara Natal bersama Glenn Fredly di Balai Kartini esok harinya, 15 Desember, tapi telah mendapat izin untuk tidak mengikutinya.


Penggunaan bus ini sudah kami rencanakan lama sebelumnya. Aji sendiri yang menyarakan. Pertimbangannya, daripada membawa banyak mobil dan mesti nyetir sendiri selama 10 jam, lebih baik menyewa bus. Cukup satu bus semua orang bisa ikut.


Setelah 4,5 jam kami sampai di kota Garut, bus terus berjalan dan tak lama kemudian masuk wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Bus kami berhenti di sebidang tanah kosong di pinggir jalan. Di situ telah ada 6 mobil sedan, 2 mobil polisi, dan beberapa orang bergerombol di pinggir jalan. Karena kami pikir telah sampai di Sodong, kami merapikan diri dan berganti pakaian di dalam bus, sebagian besar menggunakan batik.


Dugaan kami keliru, Sodong masih 22 km arah selatan, dan 6 mobil sedan dan 2 mobil polisi itu adalah mobil penjemput yang dipersiapkan secara khusus untuk membawa kami ke Sodong. Iring-iringan 8 mobil berangkat, saya semobil dengan Armand dan Dhani.


Di dalam mobil kami bertanya-tanya mengapa bus tidak diteruskan saja sampai ke Sodong, toh jalan mulus walaupun tidak terlalu lebar. Belakangan kami tahu, ternyata ada jembatan rusak yang sedang diperbaiki yang tidak mungkin dilalui bus.


Pengawalan 2 mobil polisi ini juga menyisahkan pertanyaan, sebab jalanan sepi, sangat sepi bahkan. Kami menganggap pengawalan ini lebay. “Mentang-mentang mertuanya Kapolsek, Aji meminta Gigi dikawal polisi,” kata Armand sambil tertawa-tawa. Tapi akhirnya kami mensykuri keberadaan mobil pengawal ini, sebab begitu memasuki kota Sodong, jalanan penuh orang yang bergerak menuju terminal. Tanpa mobil pengawalan Polisi, kami pasti kesulitan menembus massa.


Hari itu terminal Sodong, pangkalan mobil umum jenis Elf, ditutup. Sebagai gantinya di sudut terminal dibangun panggung hiburan. Saat kami datang, ribuan orang tampak memadati terminal. Menurut Aji, Trisixti, band binaan Armand, akan tampil, selain beberapa penyanyi dangdut.


Benar sekali, panggung hiburan di terminal itu merupakan bagian dari acara resepsi Aji-Ivan. Benar-benar luar biasa. Sayangnya kami tidak sempat menyaksikan penampilan Trisixti karena harus cepat balik ke Jakarta.


Seperti Ngabuburit
Begitu sampai di Sodong, kami langsung dibawa ke tempat resepsi di Gedung PGRI Sodonghilir yang letaknya di atas bukit. Di dalam gedung telah ada Oniel dan Nurdin, Gigikita yang sejak tanggal 13 telah berada di Sodong. Oh ya topografi Sodonghilir memang berbukut-bukit, dengan dominasi lanskap hutan, perkebunan, dan sawah. Di Gedung ini juga acara akad nikah dilaksanakan pagi harinya.


Sopir yang membawa kami menyebut gedung PGRI yang ukurannya tidak terlalu besar itu dengan GOR. Dugaan saya, selain sebagai gedung pertemuan, tempat itu juga digunakan untuk pertandingan olah raga. Melihat ukurannya mungkin untuk olahraga bulutangkit atau bola voli.


Kami disambut deretan penerima tamu di depan pintu, sebagaimana layaknya acara pernikahan, dan langsung menuju panggung mempelai untuk memberi selamat. Aji dan Ivan berpakaian adat Sunda berwarna abu-abu dengan aksen merah tua. Setelah acara foto bersama, kami langsung menuju meja hidangan. Ini yang kami tunggu-tunggu sebab kami semua sudah kelaparan. Terakhir kami mengisi perut di rest area tol Buah Batu, Cileunyi. Itupun cuma berupa tahu sumedang dan gorengan.


Beres makan, kami bersama Aji yang sudah berganti pakaian dengan celana jeans dan t-shirt serta rombongan pengantin menuju ke terminal. Sebelum berangkat Aji minta secara khusus agar Gigi membawakan lagu Cinta Terakhir. “Ini keinginan saya dan Ivan agar pernikahan ini benar-benar menjadi cinta terkahir kami,” kata Aji. Armand, Budjana, dan Thomas langsung mneyanggupinya.


Dengan kawalan mobil polisi, rombongan membela penonton yang berjubel di pinggir jalan. Seluruh lapangan penuh penonton, termasuk mereka yang nonton di atas atap rumah, toko, dan balkon masjid. Kecuali ukuran dan bentuk panggungnya yang sangat sederhana, kami merasa acara hiburan perkawinan Aji-Ivan ini mirip panggung Ngabuburit, yang saban tahun kami adakan di berbagai kota di Jawa Barat dan Banten.


“Gila penontonya banyak banget, seperti Ngabuburit,” kata Thomas berkali-kali. Melihat antusiasme penonton Gigi jadi semangat, apalagi penonton mengelu-elukan Gigi. “Gigi.. Gigi.. Gigi - Huntu.. Huntu.. Huntu,” teriakan penonton seperti paduan suara penonton sepak bola. Berberapa bendera berkibar di kerumunan, layaknya konser musik band terkenal.


Ukuran panggung di terminal ini sangat kecil, mungkin cuma 6X6 meter, itupun dipadati orang. Saya dan Dhani juga ada di atas panggung untuk mengambil gambar. Situasi benar-benar meriah, penonton rapat hingga tepat di depan panggung. Maklum tidak ada barikade.


Gigi mebawakan 4 lagu: Akhirnya, Nakal, Cinta Terakhir, dan 11 Januari. Pada lagu Cinta Terakhir, Armand minta Aji menggantikan Budjana bermain gitar. “Ini kan lagu permintaan lo, jadi lo yang main gitar,” kata Armand. Aji pun dengan sigap memainkan gitar, permainanya bagus.


Sayang Hendy tidak datang, kalau ada drum pasti penampilan Gigi akan jauh lebih baik dan bisa membawakan lebih banyak lagu. Di acara itu Thomas menggunakan bas gitar merk Ibanez entah milik siapa, sedangkan Budjana menggunakan gitarnya sendiri, gitar buntung tanpa head.


Setelah 4 lagu, kami langsung cabut ke tempat bus kami menunggu. Setelah numpang salat dan buang air kecil di sebuah rumah dekat tempat parkir bus, kami kembali ke Jakarta. Di Nagerk kami berhenti untuk makan malam di restoran Mak Ecot. Kami tiba di kantor pukul 21.00 malam.


Perjalanan ke Sodong cukup melelahkan, tapi kami puas dan gembira bisa menghadiri pernikah Aji-Ivan. Mudah-mudahan doa pengantin agar pernikahan ini menjadi cinta terkahir mereka di dengar Tuhan. (Son Andries/POSe)


 
Sedikit Catatan Tentan Aji
AJI yang nama lengkapnya Dede Rendi Ferdian (bagus juga namanya) adalah kru Budjana yang sangat terampil. Dia tidak saja bisa menangani setingan gitar Budjana yang dikenal rumit, tetapi juga cukup pandai bermian gitar. Pada dasarnya Aji bisa menangani semua alat band.


Jika tidak sedang bersama Gigi, Aji sering ikut membantu projek jazz pribadi Budjana, Tohpati, Samsons, atau Omelette. Karena pernah bekerja di rental sound system, Network, Aji juga bisa mengeset audio system studio latihan atau rekaman. Bersama beberapa temannya Aji juga membuka reparasi alat-alat band, seperti efek, amplifier, dan speaker.


Bahu membahu dengan Muning (kru Hendy), Almarhum Puput (kru Thomas), Iis (kru Armand), Pur (sound engineer FOH), Narto (sound engineer monitor), dan Riski (road manager), Aji menjadi mendukung utama setiap konser Gigi. Karena keterampilannya, Gigi menyebut tim ini sebagai The Dream Team.[]



« kehalaman sebelumnya | kembali keatas

Komentar


2010-12-18 00:04:34 - Abdul sang pemimpi
Aduh kang,knp g mampir k rmh sy atuh,rmh sy kn d garut,hahaha
2010-12-18 05:30:19 - Yudi Irawan
WILUJENG..(aji-ivan)/semoga menjadi "cinta terakhir" nya (aji-ivan)/
2010-12-18 10:13:54 - akil wijaya
kami mendoakan semoga menjadi keluarga yg diridhoi dan diberkahi Allah SWT, sehat dan kaya lahir bathin.
2010-12-20 23:22:53 - Wawifanatic Gigikita
Andai kata nanti d hri prnikahanq ma my adek,alangkah bhagianya driku n aku akn mgenangnya smpai mati,tp kyae gak mgkin coz mana biza,huft.. . PLnR gigikita Wonosobo
2010-12-21 16:10:14 - fariq mujahid
buat aji&ivan slmt mnempuh hidup baru!! smga mnjdi kel sakinah, mawadah, warahmah!!
2010-12-23 13:58:41 - Arief Budiman
wah, selamat aji - ivan, biar ga tau orangnya, yang penting masih GIGIKIT@ kan?? hee... wah bisa dunk gw undang POS Entertainment n GIGI klo gw nikah nanti.. hee... *kapan yaa??? selamat,,selamat,,
2011-02-16 12:45:18 - Soebandhiy bandhrexs gigi kita
4 aji met menempuh hdp baru.moga cinta kalian jd cinta terahir.hehehe:sry ucapannya tlat.
2011-02-16 12:46:27 - Soebandhiy bandhrexs gigi kita
4 aji met menempuh hdp baru.moga cinta kalian jd cinta terahir.hehehe:sry ucapannya tlat.
2011-02-17 10:20:16 - Tree wee
Selamat mas adji...moga mjd keluarga yang shakinah mawaddah warohmah...Amiin..
2011-09-02 13:19:48 - Agus tea
Eh! Teksnisi audio nya ada,orng sodong, salam we _moga kompak selalu.
2013-05-20 05:52:03 - Frederick
Enjoy your blog ) my blog
2013-05-20 10:57:03 - korsujt
669267 Tags:kate spade sale,kate spade handbags outlet,kate spade outlet,kate spade handbags &Links: kate spade handbags outlet where she was consulting with her stylist meantime inexplicably dressed prefer one exceptionally cheap hooker. Her stylist didn'st appear apt have any problem with that, so it has to be a allowable issue that's stopping them. I'm sure I sound prefer a broken record,The bags was from Nine West and the closest I can find online are these bags which are the same fashion and diagram but amid faux suede instead of velvet. I bought the bags aboard a whim and a week later I planner to return it apt Macy's for I didn't prefer how deep the bags namely and that lack of inside pockets.along apt this treatise, I'sm mildly surprised that she hasn'st bedazzled the baby apt look like a Blackberry case that Paris Hilton had in 200The contents of the motley household photos were maybe too perfectly predictable apt be funny. Not all of them have a flask, A sleek design with a foldover height this grasp ambition be well received according those with massive handbags collections and those just beginning theirs identical Itat Shrug$120 through ALLSAINTSDear kin and friends, and I'sm not impartial talking about bags? If you did,merely not so over-the-top that somebody would think you were trying too hard.Riley Clutch $275This oversized, which was refreshing,
2013-05-20 10:57:11 - carpinteyroiwo
733829 Tags:kate spade handbags outlet,cheap kate spade bags,kate spade outlet locations,kate spade handbags &Links: kate spade outlet I ran into accompany blogger friend, the Heather-Drunk Sarah controversy was back on this period among the pantry Sarah clearly instigated the second stage of the confrontation,The bags was from Nine West and the closest I can find online are these bags which are the same vogue and diagram yet among faux suede instead of velvet. I bought the bags aboard a whim and a week later I planner to return it apt Macy's for I didn't prefer how deep the bags namely and that lack of inside pockets.maximum of the group took the opportunity to complain approximately the restaurant's bad service. who are said apt have immediately stopped filming the show later last week's blowup. There's some indication that Adrienne longing be back later among the season (With Paul? Sans Paul? Who knows.),I mean, I lack this Itat Shrug,quite little in the access of fashion feels pleasantly nostalgic.When I think of Mexican fashion I think of dresses featuring colorful designs and flowers. Mexican fashion namely one of a kind and when you perceive it, so determine that sundress is among a color that pops!namely a great size to carry the sequin trend aboard With eleven"x 7"x 3 dimensions,

Ibukota Indonesia adalah: