News
26 Nov 2009 -
MENJADI “lokomotif.” Begitulah harapan Miles Music terhadap Gigi dan lagu ciptaannya Sang Pemimpi. Harapan itu disampa...
2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7
gigi ekstra berbagi
12 Sep 2007 1:42amAwan kota Medan pagi, 2 September 2007, tampaknya tidak turut menyambut group band GIGI yang siap mengguncang "Panggung Spektakuler simPATIzone Ekstra Berbagi." Sejak subuh kota Medan diguyur hujan yang tak deras tapi tak kunjung berhenti. Namun suasana mendung kota Medan tak menyurutkan semangat Dewa Budjana, Thomas Ramdhan, Armand Maulana, dan Gusti Hendy, para personil GIGI, untuk menjawab kerinduan para penikmat musik mereka di Deli Plaza, Medan.
"Panggung Spektakuler simPATIzone Ekstra Berbagi" yang telah dimulai sejak pagi hari, sontak berubah jauh lebih heboh, ketika tepat pukul empat sore waktu setempat, Thomas Ramdhan menarikan jari jemarinya di atas senar bass yang menghasilkan alunan yang menghangatkan. Teriakan-teriakan para penonton pun turut menjemput satu per satu personel GIGI. Hendy sang penabuh drum naik ke atas podium kecilnya untuk mendampingi dentaman permainan Thomas yang disambut oleh petikan gitar sang dewa gitar Indonesia, Dewa Budjana. Akhirnya hadirlah di atas panggung vokalis GIGI, Armand Maulana, yang membuat teriakan penonton semakin histeris.
“La la la la la………ooooo..….ououoooo…..” demikian teriakan Armand mengawali performa GIGI dengan tembang “Jomblo,” disambung “Bisa Saja,” “Matikan Cintaku,” dan “Pintu Sorga.” Gerakan lincah sang vokalis mengundang para penonton yang tadinya memilih untuk melindungi diri dari rintik hujan, untuk datang lebih dekat ke panggung. Tanpa diminta pun para penonton dengan spontan ikut bernyanyi dan melompat diiringi musik GIGI.
Setelah keempat lagu yang cukup membuat jantung penonton berdegup kencang, Armand menyapa semua yang hadir dengan lelucon-lelucon ringan, yang membuat suasana Medan yang tadinya dingin karena hujan menjadi lebih hangat. Ketika sebuah tembang lawas karya Thomas “Kembalilah Kasih” dilantunkan, imajinasi penonton pun terbawa larut mengikuti petikan gitar Dewa Budjana yang romantis. Tak hanya sampai di situ “11 Januari” single andalan kedua dari album teranyar GIGI “Peace Love and Respect” yang disambung dengan “Cinta Terakhir,” pun membuat perasaan para penonton yang hadir semakin hanyut. Setelah GIGI memanjakan khayalan romantisme para penonton, tembang “Perdamaian” kembali mengguncang lapangan parkir Deli Plaza, Medan.
Walaupun para personil GIGI sudah cukup dikenal, Armand tetap memperkenalkan rekan-rekan seperjuangannya pada para penonton. Setelah perkenalan Hendy sang penabuh drum diundang untuk menghibur penonton dengan suaranya yang ternyata membuat penonton terkagum. Ia menyanyikan sepotong dari tembang lawas milik The Rollies band era 80-an, “Cinta yang Tulus.” Tepuk tangan dari penonton pun menjadi bukti bahwa hendy tak hanya hebat ketika menabuh drum yang biasa menghalanginya dari pandangan penonton, namun suaranya yang merdu pun mampu menghibur penonton di kota Medan. Ketika tembang “Pengagum” dan “Kepastian yang Kutunggu” dilantunkan penonton pun ikut melantunkan kata demi kata dari lagu-lagu tersebut.
Performa GIGI di Deli Plaza sore itu yang hanya berdurasi 1 jam ditutup dengan tembang yang tak mungkin tak membuat penonton bergoyang. “Yang gak joget haram…..yang gak joget haram!” demikan terikan Armand yabng secara tak langsung mengajak penonton bergoyang dengan diiringi lagu “Nakal.” Goyangan Armand yang tak mungkin didapati dari vokalis band lainnya membuat semua penonton ikut bergoyang, dan serentak lapangan parkir Deli Plaza, Medan dijadikan arena joget. Ketika tag line GIGI “Keep the Peace Love and Respect for Indonesia” diteriakan menandakan GIGI telah selesai menjalani tugasnya menghibur para penikmat musik mereka di "Panggung Spektakuler simPATIzone Ekstra Berbagi" (kent-11111)
« kehalaman sebelumnya | kembali keatas
Komentar
2010-08-10 23:49:57 - eman
bagi-bagi berita dung

