header

Newsnews

pawang masih jadi andalan (2-habis)

3 Nov 2011 4:35pm

HAMPIR dalam setiap konser musik luar ruang yang digelar saat musim hujan melibatkan pawang hujan. Untuk kebutuhan ini, penyelenggarakan menyiapkan dana khusus yang besarnya bervariasi antara 1 juta hingga 3 juta rupiah. Keberadaan pawang hujan ini sudah menjadi prasyarat bagi diselenggarakannya sebuh konser walaupun kadang tidak disebutkan secara formal dalam kontrak, berbeda dengan ambulans dan mobil pemadam kebakaran umpamanya.


Penyelenggara atau promotor tidak mau mengambil risiko acara yang mereka selenggarakan dikacaukan hujan. Tugas para pawang –seringkali jumlahnya lebih dari satu orang- adalah menggiring awan hujan menjauhi arena konser pada saat acara. Tidak peduli hujan akan turun dimana, yang penting lokasi acara aman. Toh tidak semua pawang sukses menjalankan tugasnya. Ada saja konser yang berlangsung di tengah hujan deras meskipun pawang sakti dan semua persyaratannya sudah disiapkan. Dan seperti tiket penerbangan kelas ekonomi, penyedia jasa pawang hujan menganut prinsip; no re-schedule, no re-route, no re-fund.


 Biasanya pawang yang gagal beralasan bahwa awan sudah terlalu jenuh dan tersebar merata, sehingga ia tidak bisa memindahkannya ke tempat lain. Alasan lain adalah adanya serangan pawang lain yang lebih kuat atau lebih banyak jumlahnya yang justru mengirimkan hujan ke lokasi acara. Apa benar begitu? Kita tidak akan pernah tahu. Kita terima saja alasan itu mentah-mentah, walau hati dongkol karena acara berantakan. Habis mesti bagaimana lagi?


Dalam Tur Konser Apa Kabar Kawan (AKK) etape II yang menyisahkan 4 kota; Madiun, Pare Kediri, Kebumen, dan Jepara, skor untuk pawang hujan yang kami gunakan (disiapkan oleh EO lokal) adalah 2:2. Maksudnya di dua kota kami kehujanan dan di dua kota yang lain kami selamat.


Di Lapangan Mojopurno, Wungu, Madiun pada 22 Oktober kami selamat, walaupun saat panggung mulai didirikan pada 20 Oktober siang hujan turun cukup lebat. Panggung baru mulai bisa didirikan pada tengah malam di tengah minimnya penerangan. Gangguan yang lain adalah lapangan yang becek. Untungnya pada saat konser hujan tidak turun.


Kegagalan pawang yang paling kami rasakan dampaknya adalah saat Gigi dan Gigi Reunion tampil di Lapangan Canda Bhirawa Pare Kediri, 23 Oktober. Saking parahnya kerusakan yang ditimbulkan hujan lebat dan angin rebut itu, konser terpaksa diundur sehari menjadi 24 Oktober. (cerita tentang porakporandanya panggung Gigi bisa dibaca di tulisan sebelumnya)


 Akibat penundaan ini, Gigikita Malang yang datang dengan rombongan cukup besar ke Pare terpaksa balik kembali ke Malang. Mereka datang kembali esok harinya dengan rombongan yang lebih kecil. Kata Evint, hari itu ada 13 orang, lebih sedikit dibanding yang datang sehari sebelumnya, maklum tanggal 24 Oktober itu adalah hari Senin.


Armand yang melihat gigihnya Gigikita Malang menembus hujan ke Pare, mengundang mereka datang ke Hotel untuk sekadar foto bersama, mengobati rasa kecewa, sebelum balik ke Malang. Tidak hanya itu, mereka dipersilahkan masuk kedalam barikade saat konser, sehingga bisa menyaksikan Gigi dan Gigi Reunion dari bibir panggung.


 Oh iya ada sedikit cerita tentang serangan hujan dan angin rebut pada tanggl 23 Oktober itu. Saat hujan mulai turun, tapi angin kencang belum bertiup, sang pawang bilang ke Aldi dari tim produksi POS Entertainment bahwa ia kewalahan diserangan darimana-mana. Akibat serangan hujan dan angin kencang ini kami dengan bercanda (ada juga yang menanggapinya dengan serius) bilang bahwa kami diserang pawang hujan rokok pesaing dari empat penjuru angin. “Salah sendiri, kenapa Djarum memilih tempat konser di kandang macan,” kata seorang pria setengah baya yang kami jumpai berteduh di tribun dengan mimik serius. Kami menanggapinya dengan ketawa-tawa saja.


 Di Kebumen kami juga selamat. Awan tebal yang menggantung rendah bergerak menjauhi lokasi saat konser akan berlangsung di Stadion Candradimuka, pada tanggal 28 Oktober. Sebelumnya kami diyakinkan oleh EO lokal bahwa hujan tidak akan turun pada saat acara meskipun kondisi awan sangat mengkhawatirkan. Sekitar 4.500 orang datang ke stadion. Jumlah yang lumayan besar mengingat hujan sudah sering mengunjungi Kebumen.


 Justru di Jepara yang letaknya tidak jauh dari Kudus, markas Djarum Coklat Extra, pawang gagal mengamankan panggung. Walaupun tidak ada kerusakan seperti di Pare, sejak pukul 5 sore pada hari H tanggal 30 Oktober hingga pertunjukan berakhir pukul 10.30 hujan tidak pernah berhenti. Karena itu meski jumlah penonton yang datang ke Pantai Kartini cuma 2.000 orang kami cukup senang.


 “Dibanding dengan kota-kota yang lain, penonton Jepara juaranya,” kata Armand yang mengaku sangat gembira dengan sambutan yang sangat antusias. Mereka menyanyi dan berjingkrak-jingkrak di bawah guyuran hujan lebat.


Berkejaran dengan Hujan


Jadi begitulah Konser AKK etape II berkejaran dengan hujan. Benar kata pihak Djarum jauh sebelum konser berjalan. “Saat ini sudah masuk musim hujan, dan ini sangat tidak bagus untuk konser luar ruang,” kata Hanry Ruslianto, Senior Brand Manager Djarum yang mebawahi merk Djarum Coklat. Karena alasan itu juga jadwal konser AKK etape II yang semula berlangsung di enam kota dikurangi dua menjadi empat kota.


Sebagaimana diketahui, seluruh rangkaian acara konser Apa Kabar Kawan (etape I dan II) berlangsung di sembilan kota. Etape I yang berjalan sebelum Ramadhan berlangsung di lima kota; Jogja, Semarang, Bandung, Surabaya, dan Malang, sedangkan Etape II di empat kota; Madiun, Pare, Kebumen, dan Jepara.


Selain menggunakan jasa pawang hujan yang sifatnya supra natural, sebenarnya ada terknologi yang sudah teruji mampu menangkal hujan. Tepatnya bukan menangkal sih tapi memindahkan hujan. Meski demikian karena harganya sangat mahal jasa pawang hujan masih jadi pilihan utama bagi penyelenggara konser luar ruang.


Kita pasti pernah mendengar hujan buatan bukan? Ini adalah salah satu teknik menurunkan hujan di tempat yang dikehendaki. Caranya dengan menyebarkan Urea, CaCl2, dan NaCl (Sodium klorida) di angkasa dengan pesawat. Garam ini akan menarik partikel air di udara, mengumpulkannya sehingga menjadi berat dan turun sebagai hujan.


Masih ada beberapa teknik lain, tapi yang paling mengagumkan adalah yang digunakan pemerintah Cina untuk mengamankan pembukaan Olimpiade Beijing 8 Agustus 2008. Acara yang dihadiri 60 kepala negara termasuk presiden Amerika George W Bush ini berlangsung spektakuler dan sukses. Cuaca hari itu cerah, sehingga upacara pembukaan yang diakhiri dengan pesta kembang api berlangsung dengan lancar.


Bukan cuma saat pembukaan, hari-hari sesudahnya di Beijing dan kota-kota lain tempat dilangsungkannya Olimpade hujan tidak turun walaupun badan meteorologi Cina memprediksi 47 persen akan turun hujan dan 6 persen hujan lebat.


Untuk memastikan supaya hujan tidak turun pemerintah Cina tidak mengerahkan para pawang hujan sakti mandraguna, tapi menyiapkan 7 ribu meriam penangkis serangan udara, 4,687 peluncur roket, dan pesawat-pesawat ringan. Semua peralatan tempur itu bukan untuk menghadapi invasi Jepang atau negara lain ke dataran Cina, tetapi untuk menghadapi awan pembangkit hujan yang akan menyerbu Beijing dan kota-kota tempat pertandingan olimpiade diadakan.


Jika ada awan mendekati Beijing, meriam-meriam penangkis serangan udara akan menembakan peluru yang berisi garam yodium. Garam ini akan mengikat butiran air di awan hingga menjadi jenuh dan hujan turun sebelum mencapai Beijing. Jika tahap pertama gagal, roket-roket diluncurkan. Dan jika awan-awan itu masih membandel, jurus pamungkasnya adalah menerbangkan pesawat ringan langsung ke dalam awan pekat untuk menebarkan katalis pembentuk hujan. Dijamin hujan akan turun di tengah jalan sebelum sampai ke Beijing.


Cara yang ditempuh pemerintah Cina ini sangat ampuh, dan membuat Olimpiade di Cina dicatat sebagai ajang olah raga termegah dalam sejarah - tanpa digangu oleh turunnya hujan.


Apakah teknologi ini bisa menggantikan pawang hujan dan digunakan untuk kegiatan dengan skala jauh lebih kecil dari olimpiade, seperti pada konser musik Apa Kabar Kawan, misalnya? Rasanya masih jauh panggang dari api. [son andries/POSe/habis]


 



« kehalaman sebelumnya | kembali keatas

Komentar


2011-11-03 23:31:33 - Nur
Gw ngefans bnget ama band gigi penampilan km di madiun membuat aq terkagum2,,tahun depan kalau bisa diadain lg dunk acara seperti ini baru kali ini lho di indonesia ada group band yg penampilan panggungnya sangat top markotop. .ap lg ini acara konsepnya APA KABAR KAWAN GIGI REONION penampilan baron,opet,budi,&ronald jg cukup memukau perhatian penonton. . .salam dr GiGikita dr madiun SEMOGA GROUP BAND GIGI TETAP MAJU TERUS DI BELANTIKA MUSIC INDONESIA PLn'R
2011-11-04 04:46:39 - Yudi Irawan
ha:)ha:) hujan.. hujan.. we always luv GIGI PLnR
2011-11-04 18:26:58 - anwar samoth
:) hujan mah biasa....gigi the number one
2011-11-05 04:52:37 - M. Miftahul Husein
Salut buat semuanya... Buat semua kru GIGI yg telah berjuang menghadapi keadaan itu... Salut... Love GIGI :) :D
2011-11-05 15:22:53 - reef
admin mau daftar GKFC kok ga ada form nya sih ... tolong update taa !!! THX b4
2011-11-07 09:48:18 - rumy
GIGI sering-sering ya konser di JATIM, biar gigikita di kota-kota seluruh JATIM makin banyak saja. thanx
2011-11-07 17:57:12 - aunk
Kapan yah Gigi bisa main di kota kecil Purbalingga_ mimpi kali yah hehehe,,, PLnR_ GIGI top markotop,,
2011-11-10 20:28:11 - pemerhatiGIGI
ah ... alam memang harus diakrabi ... gampangnya ... muusim hujan ya ... konser di indor ... klo musim kemarau ... boleh konser di outdor ... keep rolling guys ...
2011-11-14 10:44:08 - Santamarinayaq
hi, nice to meet everybody
2011-11-15 11:24:53 - redydian
ya wes.. pokoke kabeh seneng !! ^^
2011-11-17 07:17:29 - orang biasa
Hujan itu adalah berkah. Saat yang ampuh untuk berdoa. Apakah pekerjaan semacam pawang ini diajarkan oleh agama kita? Saya menyampaikan ini karena melihat reputasi Gigi yang pernah menelurkan album2 religius.
2011-11-18 18:45:59 - kholit balfas
tak usah menggunakan pawang seperti itu yang membuat bertentangan dengan tuhan
2011-11-19 17:19:34 - Bajang Marco
GIGI main ke CIAMIS dong... GIGIKIT@ CIAMIS merindu nihh,,,
2011-11-20 19:56:42 - yulia
i love u gigi band
2011-11-22 16:14:04 - bahri
kemarau ku lalui ,hujan pun ku lalui hanya untuk dirimu(GIGI)
2011-11-22 16:19:46 - bahri
kang armand pami ngalangkung k cipularang km88 arah jakarta mampir dulu ath k bright,mni pngend ktmu
2011-11-25 10:59:42 - lutfi
kang armand kapan main lagi ke bandung
2011-11-29 23:20:38 - kosenine
kang armand kpn lg manggung dBanjarmasin,ak kangen GIGI.. klo bs dBanjarbaru ja biar dekat
2011-12-02 04:43:25 - sampahseo
keren abis,,,, Century 21 Broker Properti Jual Beli Sewa Rumah Indonesia
2011-12-05 04:46:59 - Ragil_GIGIKIT@
Untuk pertama kalinya nonton GIGI di kebumen Mantaaaaappppppppssss pokoke.... kpan GIGI bikin Album Jazznya???
2011-12-07 09:55:00 - lee_rhoez@yahoo.com
BUNGA SYURGAWIII.. is perfect song ! :)
2011-12-15 11:55:57 - guseka
maju terus buat GIGI, mantap..........
2011-12-25 18:11:32 - deni inden
maap telat komnt, seru jg y
2011-12-30 23:21:44 - cahyo
bsk live diBatam khan?q fans bt GIGI lho.mdh2n lbh meriah dr di tumenggung.
2011-12-31 01:54:18 - abhe
salam kenal sodara gigi kita///.. cory nich baru gabung
2012-01-02 17:15:33 - beny tri hartanto
Kapan konser di malang lagi??soalnya fans gigi kita malang rindu akan aksi panggungnya armand
2012-01-04 17:25:18 - mbah
Sudah lama aku mau tulis komen ini ke GIGI. Kalian berangkat sebagai grup musik universal bukan religius, dan fans kalian dari berbagai "bentuk manusia" termasuk beragam agama, kenapa kalian "nodai", kalau menurut aku yang non muslim, dengan membuat album islami? mending jika membuat album islami jangan membawa nama GIGI, lagu religius tidak harus menunjukkan kata yang menunjukkan satu agama, kan bisa menggunakan kata Tuhan untuk menunjuk pencipta dan itu lebih universal
2012-01-08 01:53:58 - adib hanida
knapa gigi online ga' update lagi? kapan kolaborasi ma gigi kita, skedar ber bagi githu...
2012-01-16 13:49:36 - ieka
aduh ga bisa berkata2,pokonya suka banget sama namanya band GIGI....
2012-01-23 11:07:40 - upliluxulsipt
:)
2012-12-27 20:41:20 - Ko senine
Gigi top bangettt..

Ibukota Indonesia adalah: